Parfum Ini Harganya Lebih Mahal Dari Pajero Baru

Parfum Bunga Orris
Parfum Bunga Orris

JurnalReporter, Jakarta – Percaya atau tidak, parfum ini harganya selangit. Bahkan lebih mahal dari mobil pajero kelas tertinggi, Dakar Sport 4×4.

Parfum bunga Orris berkualitas tinggi bisa mencapai 50.000 euro atau Rp 877 juta per kilogram. Dan untuk bisa mendapatkan satu kilogram minyak orris, diperlukan setengah ton rimpang bunga.

Sejumlah orang masih mencari aroma orris meski tahu harganya sangat tinggi. Hal ini menguatkan daya pikat orris yang merupakan bahan parfum paling langka sedunia.

Bangsa Romawi dan Yunani Kuno menjadikannya sebagai minyak dan membotolkannya. Pemilik penginapan menebarkan aromanya ke seprei mereka, beberapa abad lalu.

Seluruh pekerjaan menghasilkan orris di lahan pertanian Pruneti tidak ada sangkut-pautnya dengan mesin. Semua hal dilakukan dengan tangan, dalam jumlah kecil, dan memakai perangkat sederhana.

Memetik orris juga membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Selama turun-temurun, seluruh keluarga di lahan pertanian dilibatkan. Ayah dan ibu mengurus lahan dan menangani bunga (dengan bantuan keledai), anak-anak mengupas rimpang, serta paman dan bibi mengendarai bajak atau mengeringkan rimpang bunga.

“Kami menghabiskan banyak waktu bersama, saling bercerita sambil bekerja. Tiga bulan bekerja berdampingan setiap hari membuat kami lebih kaya,” kata Gionni kepada BBC.

Saat ini, kakak-beradik Pruneti memakai teknologi lebih baru, tapi tetap bekerja sesuai panduan berabad-abad.

Mereka amat tertarik pada resep-resep awal yang menjadikan bunga iris sebagai bahan herbal. Awalnya orris memang digunakan baik sebagai bahan parfum maupun obat-obatan yang dijual di apotek abad pertengahan tak jauh dari lahan pertanian Pruneti.

Olahan Parfum Orris
Olahan Parfum Orris

Kini, orris dapat dirasakan sebagai perasa pada obat sirup dan campuran rempah, sebagai bahan dasar kosmetik dan cairan aroma, dan sebagai aroma biang pada parfum. Harganya bisa melampaui harga emas.

Aroma orris sendiri seperti gabungan aroma raspberry, bunga violet, dan lada. Anda bisa mendapatkannya dari akar bunga iris. Namun, bunga iris yang dimaksud bukan bunga iris ‘Siberia’ seperti dijumpai di toko bunga, tapi bunga iris ‘berjanggut’ yang dilukis Vincent van Gogh nan masyhur.

Bunga ini tumbuh dengan subur di kawasan Tuscany, Italia. Di daerah itulah, bunga-bunga yang dalam bahasa Italia disebut giaggiolo tersebut, dibiakkan dan dijual.
Melestarikan tradisi

Sejarah aroma langka ini dimulai dari kawasan Tuscany yang membiakkannya pertama kali. Sedikit bergeser dari Desa San Polo (sekitar 30 menit berkendara dari Kota Firenze) terletak lahan pertanian Pruneti.

Dikelilingi lereng pegunungan, lahan pertanian ini sudah beroperasi selama hampir dua abad. Pada masa kini, kakak-adik Paolo dan Gionni Pruneti mendedikasikan waktu mereka untuk melestarikan metode pengambilan aroma orris secara tradisional.

Metode yang telah berlangsung turun-temurun ini amat memakan waktu lama dan perlu kerja keras. Namun, kerja keras itu terbayar karena lahan pertanian Pruneti terkenal menghasilkan produk bunga iris.

Setiap musim semi, daerah tersebut akan diselimuti bunga iris berwarna ungu muda serta putih. Situasi ini dirayakan Desa San Polo dengan menggelar festival tahunan bunga iris yang selama berabad-abad menghiasai lambang Kota Firenze.

“Bunga iris bermekaran pada Mei. Menyaksikan lahan pertanian berhektare-hektare berubah menjadi biru benar-benar menakjubkan,” kata Gionni Pruneti.

Dari kawasan ini, minyak yang dihasilkan akar bunga iris—mentega orris—kemudian diekspor ke seluruh dunia untuk digunakan pada produk kosmetik, parfum, dan bedak. Minyak tersebut sangat unik dan cara membuatnya pun khusus sehingga terhindar dari penggunaan mesin.(red)

Sharing is caring!

Add Comment